CMNnews-INDONESIA
citramedianusantara.com
SEMARANG – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Jawa Tengah masa bakti 2025-2029 resmi dilantik dalam sebuah upacara yang digelar di Balai Diponegoro, Makodam IV Diponegoro, Kota Semarang, Minggu (13/4/2025).
Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi, resmi menjabat sebagai Ketua Umum Pengprov TI Jateng untuk periode empat tahun ke depan.
Mayjen Deddy menyampaikan optimismenya terhadap kepengurusan baru ini. Ia menekankan pentingnya kerja tim dan kekompakan dalam membangun prestasi.
“Kita bukan superman, tapi supertim. Dengan organisasi yang solid dan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujar Deddy.
Dukungan juga datang dari Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) 2023–2027, Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Deddy yang kaya pengalaman dan memiliki manajemen kepemimpinan mumpuni, Taekwondo Jateng akan terus menorehkan prestasi di kancah nasional maupun internasional.
“Jateng selama ini menjadi gudangnya atlet Taekwondo nasional. Kami harap kontribusinya tetap konsisten, bahkan meningkat, melahirkan atlet yang bisa mengharumkan nama bangsa di ajang internasional,” tuturnya.
Jelang SEA Games XXXIII yang akan digelar di Thailand pada Desember 2025, Taekwondo Indonesia kini tengah bersiap. Sejumlah atlet asal Jateng, termasuk pelatihnya, diketahui telah bergabung dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas).
Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut memberikan harapan dan apresiasinya terhadap pelantikan ini. Ia optimistis kepengurusan baru dapat melanjutkan torehan prestasi yang telah diraih sebelumnya.
“Saya yakin, di bawah kepemimpinan Mayjen Deddy Suryadi, Taekwondo Jateng akan semakin berprestasi. Pada PON XXI Aceh–Sumut, kita berhasil membawa pulang 4 emas, 3 perak, dan 5 perunggu. Ini modal besar untuk terus melaju,” ujar Luthfi.
Dengan semangat baru dan jajaran pengurus yang solid, Taekwondo Jawa Tengah siap melangkah lebih jauh menuju pentas dunia.
Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah tokoh penting dari dunia olahraga dan militer, serta para pengurus cabang TI dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Nuansa kebersamaan dan semangat juang terpancar dari wajah-wajah yang hadir, menandakan awal baru yang penuh harapan untuk kemajuan Taekwondo di provinsi ini.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, diharapkan program pembinaan atlet, peningkatan kompetensi pelatih, serta pengembangan sarana dan prasarana bisa berjalan lebih maksimal. Salah satu agenda utama ke depan adalah menyiapkan atlet-atlet muda berbakat melalui sistem kaderisasi berkelanjutan yang lebih terstruktur.
Mayjen Deddy juga menegaskan komitmennya untuk memperluas akses dan pembinaan Taekwondo hingga ke daerah-daerah. Ia ingin agar semangat olahraga dan potensi prestasi tidak hanya tumbuh di kota besar, tetapi juga menjangkau pelosok.
“Taekwondo bukan hanya soal medali. Ini juga tentang karakter, kedisiplinan, dan membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas,” tambahnya.
Momentum pelantikan ini menjadi titik tolak baru bagi keluarga besar Taekwondo Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, untuk melangkah lebih berani, berprestasi lebih tinggi, dan menginspirasi lebih banyak anak muda Indonesia.
Dengan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, hingga PBTI, Taekwondo Jateng diharapkan dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama dalam olahraga bela diri di Tanah Air.
(Adi)






