Ketua LAN Soroti Maraknya “Kreak” di Semarang: Siap Turun Langsung Berikan Penyuluhan dan Edukasi Narkoba

Peristiwa438 Dilihat

CMNnews-INDONESIA
citramedianusantara.com

SEMARARANG-Maraknya kembali aksi kekerasan jalanan yang dilakukan oleh kelompok remaja, dikenal dengan sebutan “Kreak”, di Kota Semarang memicu keprihatinan berbagai pihak. Salah satunya datang dari Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN), Hernawan Tri Handoyo, yang menyebut fenomena ini sebagai gejala sosial serius yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

“Fenomena ini bukan sekadar kenakalan remaja. Ini sudah mengarah pada krisis sosial yang melibatkan kekerasan, senjata tajam, bahkan mengarah ke potensi penyalahgunaan narkoba,” tegas Hermawan saat ditemui pada Sabtu (13/7/2025).

Ia menyoroti kasus tragis pada 17 September 2024 lalu, di mana seorang mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menjadi korban salah sasaran aksi brutal kelompok “Kreak”. Hermawan menilai, kejadian ini adalah titik kritis yang seharusnya membangkitkan kesadaran kolektif semua pihak.

LAN Siap Turun Langsung Berikan Penyuluhan

Tidak hanya mengecam, Hernawan menegaskan bahwa LAN siap mengambil peran aktif dalam memberikan penyuluhan dan edukasi kepada remaja, sekolah, serta lingkungan masyarakat yang rawan terpapar pengaruh negatif, termasuk narkoba.

“LAN tidak akan tinggal diam. Kami siap turun ke sekolah-sekolah, komunitas, dan lingkungan permukiman untuk memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kekerasan geng remaja. Ini bentuk nyata dari komitmen kami,” tegasnya.

Menurut Hernawan, keterlibatan aktif LAN menjadi penting karena fenomena “Kreak” sering kali berjalan beriringan dengan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Dalam banyak kasus, remaja yang terlibat dalam aksi kekerasan juga rentan menjadi pengguna atau pengedar narkoba.

“Penyuluhan harus menyentuh akar persoalan: keluarga, sekolah, dan lingkungan. Kami di LAN punya program, tenaga penyuluh, dan siap bersinergi dengan aparat serta pemerintah daerah,” tambahnya.

Akar Masalah: Krisis Identitas dan Minimnya Pengawasan

Lebih lanjut, Hernawan menjelaskan bahwa para remaja yang terjerat dalam kelompok “Kreak” umumnya mengalami krisis identitas dan tidak mendapat pengawasan serta bimbingan yang memadai dari lingkungan terdekat. Mereka mencari jati diri dan pengakuan dalam bentuk yang salah.

“Kalau mereka tidak didengar dan tidak diberi arah, maka jalanan akan jadi rumah baru mereka. Kita harus rebut kembali anak-anak ini sebelum masa depan mereka hancur,” ujarnya.

Seruan Kolaborasi

Hernawan menyerukan perlunya kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa upaya pemberantasan kekerasan remaja dan penyalahgunaan narkoba tidak cukup jika hanya diserahkan kepada aparat penegak hukum.

“Pemerintah, sekolah, keluarga, tokoh agama, dan organisasi masyarakat harus bersatu. Ini bukan hanya soal menangkap pelaku, tapi menyelamatkan generasi,” tegasnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kota Semarang memberikan ruang yang lebih luas bagi lembaga-lembaga seperti LAN untuk bergerak lebih dekat dengan masyarakat.

“Berikan kami akses ke sekolah, kampung-kampung, bahkan titik rawan kota. Kami siap hadir, bukan hanya bicara, tapi bergerak,” tutupnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *