Ratusan Pelajar SD IT Al Firdaus Semarang Ikuti Pelatihan Ecoponding

Peristiwa290 Dilihat

CMNnews-INDONESIA

SEMARANG- Ratusan pelajar SD IT Al Firdaus Semarang berpartisipasi dalam pelatihan Ecoponding yang digelar oleh Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) Johar Selatan Baru bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang. Kegiatan berlangsung di lantai 3 UMKM Johar Selatan Baru, Kanjengan Kauman, Kota Semarang, senin (20/8/202)

LKP Johar Selatan Baru juga menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Perdagangan (Diperdag) Kota Semarang untuk mendukung program yang bertujuanu melestarikan budaya batik sekaligus meningkatkan keterampilan generasi muda.

Ketua Kegiatan Outing class Sekolah SD IT Al Firdaus Kota Semarang Kholil Mujib, M. Pd, menyatakan apresiasinya terhadap pelatihan ini.

“Pelatihan Ecoponding ini penting untuk terus dilakukan agar generasi muda, khususnya generasi Z, memahami dan mencintai warisan budaya kita Ini menjadi cara efektif untuk menjaga agar Ecopoding Semarang tetap dikenal,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Dengan kreativitas yang tinggi, generasi Z membutuhkan wadah untuk menyalurkan ide-ide mereka. Kami berharap pelatihan ini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pelajar sejak dini.”

Sementara itu Ketua Lembaga Keterampilan Johar Selatan Baru Kota Semarang Aik Sholekati, mengatakan “Kegiatan pelatihan Ecoponding ini memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal dan mempraktikkan proses Ecoponding. Dengan adanya mentor, harapannya anak-anak dapat lebih memahami teknik Ecoponding. Harapan kami, program ini bisa menjadi kegiatan rutin, sehingga kegiatan ini bisa menjadi program unggulan di sekolah masing-masing.

“Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung di luar kelas dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal,” jelasnya.

“bahwa pelatihan ini tidak hanya mengenalkan teknik Ecoponding kepada siswa, tetapi juga memperkenalkan UMKM Johar Selatan Baru. “Semoga ke depannya mereka dapat menghasilkan karya sendiri dan berkontribusi untuk melestarikan budaya batik,” ungkap Aik

Pelatihan ini diharapkan mampu memupuk kreativitas, memperkuat kecintaan terhadap budaya, sekaligus menanamkan semangat kewirausahaan kepada para pelajar sejak dini.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *