Anak-Anak Berkebutuhan Khusus Gangguan Pendengaran EFATA Tampil Memukau di Sarasehan Pemuda Semarang

Peristiwa375 Dilihat

Citramedianusantara.com

Semarang — Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai Sarasehan Pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, yang digelar di Kantor Wali Kota Semarang, Jalan Pemuda, pada Selasa (28/10/2025).

Yang menjadi sorotan utama dalam acara tersebut adalah penampilan luar biasa dari Rumah Pintar Anak Berkebutuhan Khusus Gangguan Pendengaran EFATA. Sebanyak 12 anak istimewa tampil penuh percaya diri dalam Fashion Show Nusantara, memperagakan busana bertema semangat Sumpah Pemuda dengan gaya profesional layaknya model ternama.

Mereka adalah Almera, Kia, Vanya, Latifa, JC Naufar, Atha, Iftah, Kinan, Diah, Vira, Sultan, dan Calista. Seluruhnya berjalan di atas panggung dengan senyum bangga, memukau para tamu dan undangan yang hadir di aula utama Kantor Wali Kota.

Pendiri sekaligus pembina dan pengajar EFATA, Windy Aryadewi, S.H., mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas kesempatan yang diberikan kepada anak-anak binaannya untuk tampil di ajang besar tersebut.

“Diberikannya kesempatan bagi anak-anak EFATA untuk tampil dalam acara besar seperti ini adalah pengalaman yang sangat berharga. Ini menjadi sarana untuk menumbuhkan dan memupuk rasa percaya diri mereka,” ujar Windy.

Ia menambahkan, penampilan dalam Fashion Show Busana Merah Putih juga bertujuan menanamkan cinta tanah air sekaligus kecintaan terhadap produk dalam negeri.

Windy menjelaskan, kata ‘EFATA’ berasal dari bahasa Ibrani yang berarti “Terbukalah”. Komunitas pendidikan ini mengusung motto “Terus Belajar dan Tak Kenal Putus Asa”, dan terbuka bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Kota Semarang yang ingin bergabung serta belajar bersama.

Sementara itu, Sutikno Adiwikarso, orang tua dari salah satu peserta, Kinan, yang juga menjabat sebagai Ketua Rumah Pintar Anak Berkebutuhan Khusus EFATA, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada anak-anak yang tampil.

“Anak-anak EFATA sangat luar biasa. Dengan segala keterbatasannya, mereka berani tampil penuh percaya diri dan tetap semangat walaupun hambatan menghadang. Terus maju dan berkembang, anak-anak hebat dan luar biasa,” ungkap Sutikno penuh haru.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan di Sanggar Seni EFATA berlokasi di Jalan Lemah Gempal V-14, Kelurahan Barusari, Semarang, dan seluruh program pembelajaran di sana diberikan secara gratis. Anak-anak dilatih berbagai keterampilan seperti melukis, menari, bermain angklung, menjadi model, hingga tampil dalam operet dan berbagai kegiatan seni lainnya.

Penampilan anak-anak EFATA pagi itu menjadi simbol semangat Sumpah Pemuda, bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki potensi besar untuk berkarya, percaya diri, dan menginspirasi bangsa.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed