Kreasi Siswa SMP Negeri 19 Semarang: Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi

Peristiwa413 Dilihat

Citramedianusantara.com

SEMARANG – Suasana ceria dan antusias menyelimuti lantai 3 Gedung UMKM Johar Selatan Baru, kawasan Kanjengan, Kauman, Kota Semarang, pada Rabu (20/11/2025). Sebanyak 255 siswa SMP Negeri 19 Semarang mengikuti Pelatihan Kreasi Limbah Bank Sampah bertema “Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah” yang diselenggarakan oleh Lembaga Keterampilan dan Pelatihan (LKP) UMKM Johar Selatan.

Kegiatan ini menjadi bentuk inovasi pembelajaran yang menggabungkan kreativitas, kepedulian lingkungan, serta penguatan jiwa kewirausahaan sejak dini. Para siswa diajak mengolah minyak jelantah rumah tangga menjadi lilin aromaterapi ramah lingkungan yang memiliki nilai jual.

Acara ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, Ir. H. Iswar Aminuddin, M.T., yang memberikan sambutan serta apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukatif tersebut.
“Inisiatif seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kepedulian terhadap keberlanjutan,” ujar Wakil Wali Kota.

Ketua LKP UMKM Johar Selatan, Aik Solikati, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membangun pola pikir kreatif dan produktif bagi pelajar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak belajar bahwa sesuatu yang dianggap tidak berguna dapat diolah kembali menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomi,” jelasnya.

Dari pihak sekolah, Mukaromah, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan yang dinilai sejalan dengan pembentukan karakter siswa.
“Kami ingin siswa belajar menghargai proses, melatih kesabaran, tanggung jawab, serta kreativitas. Ini bukan sekadar karya, tetapi pembelajaran hidup tentang bagaimana sesuatu yang sederhana bisa menjadi peluang usaha,” ungkapnya.

Pelatihan ini dipandu langsung oleh para pelaku UMKM Pasar Johar yang berpengalaman dalam kerajinan daur ulang. Selain praktik keterampilan, siswa juga mendapat edukasi karakter. Ketua FKSB, Dr. H. AM. Jumai, SE, MM, memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja.

“Generasi muda harus tumbuh dengan kreativitas dan pemikiran positif, bukan terjerumus pada hal-hal yang merusak masa depan,” tegasnya.

Di akhir acara, para siswa diajak mengikuti tur edukatif ke kawasan Pasar Johar untuk mengenal wajah baru pasar tradisional Semarang yang kini tampil lebih modern, bersih, dan nyaman sebagai ikon kebangkitan UMKM.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari orang tua siswa. Salah satu wali murid menyampaikan rasa bangga karena anak-anak terlibat dalam aktivitas edukatif.
“Daripada hanya bermain gadget, lebih baik mereka belajar menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan secara rutin,” ujarnya.

Menutup kegiatan, Aik Solikati berharap kolaborasi dunia pendidikan dan UMKM dapat terus berkembang.
“Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai generasi yang kreatif, berdaya saing, dan peduli lingkungan,” pungkasnya.

Sinergi sekolah, pemerintah, dan UMKM ini membuktikan bahwa upaya membangun kepedulian lingkungan serta kemandirian ekonomi dapat dimulai sejak bangku sekolah.

(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *