Profil dan Refleksi Perjalanan Dakwah AM Jumai: Pejuang Amar Ma’ruf Nahi Munkar dari Kota Semarang

Profil114 Dilihat

CMNnews-INDONESIA

SEMARANG-Pada hari Selasa, 25 November 2025, AM Jumai genap berusia 46 tahun sebuah usia matang yang menandai perjalanan panjang dalam pengabdian, dakwah, dan perjuangan sosial kemasyarakatan. Lahir di Semarang pada 25 November 1978, AM Jumai dikenal sebagai sosok aktivis dakwah yang konsisten dan berani menyuarakan amar ma’ruf nahi munkar di berbagai lini kehidupan masyarakat Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Perjalanan kepemimpinan dan keorganisasiannya dimulai sejak muda di lingkungan pesantren Daarul Abroor melalui organisasi santri ORPENDA. Kiprah itu berlanjut dengan menjadi Ketua Ranting Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) di SMA Muhammadiyah Semarang, kemudian menapak ke jenjang lebih tinggi sebagai Ketua Pimpinan Daerah IRM Kota Semarang. Semangat dan integritasnya yang kuat mengantarkannya memimpin Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang selama dua periode (8 tahun).

Dalam lintasan dakwah lintas ormas, AM Jumai juga dipercaya sebagai Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Kota Semarang, wadah yang menghimpun berbagai elemen ormas untuk memperkuat sinergi, serta aktif di bidang sosial keagamaan. Di Muhammadiyah sendiri, kiprahnya begitu luas: pernah menjabat Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Semarang Selatan, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Jawa Tengah (2015–2020), dan kini sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PWM Jawa Tengah (2020–2025). Selain itu, ia juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua PDM Kota Semarang yang membidangi LP UMKM, Hukum & HAM, serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat.

Di luar peran organisasi, AM Jumai aktif sebagai pengamat sosial, dosen tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), serta doktor Ekonomi Syariah dari Program Pascasarjana Unissula. Ia dikenal memiliki ketajaman analisis dan keberanian moral dalam menyampaikan kebenaran, senantiasa mengedepankan data dan argumentasi ilmiah dalam setiap langkah dakwahnya.

Sebagai suami dari Marsia Rambing, SE dan ayah dari Rallef Qorsya Salwa dan Azka Qorsya Salwa, AM Jumai menyeimbangkan peran keluarga dan perjuangan sosial dengan prinsip hidup yang kuat: dakwah adalah jalan pengabdian, bukan sekadar panggilan. Ia juga pernah menjadi pengurus FKUB Kota Semarang periode 2020–2025, serta memimpin tim kajian dalam persiapan penutupan lokalisasi Sunan Kuning langkah monumental dalam perjuangan moral masyarakat Semarang.

Kini, melalui AM Institut yang ia dirikan, AM Jumai terus melanjutkan kiprah dakwah dan riset tematik yang berorientasi pada pemberdayaan umat dan penegakan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Pada milad ke-46 ini, perjalanan AM Jumai bukan sekadar catatan panjang pengalaman, tetapi juga cerminan keteguhan iman, intelektualitas, dan komitmen terhadap kemaslahatan umat. Sosok yang lahir, tumbuh, dan berjuang di Kota Semarang ini telah menjadi inspirasi bagi generasi muda dakwah dan ormas Islam untuk terus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan ilmu, hikmah, dan keberanian.

Selamat Milad ke-46, AM Jumai.
Semoga panjang umur, istiqamah dalam dakwah, dan terus menebar cahaya kebenaran di tengah masyarakat.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed