Citramedianusantara.com
SEMARANG – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi pelantikan di Wisma Perdamaian Semarang, Selasa (2/11/25). Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Ketua PWI Pusat Akhmad Munir, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wali Kota Semarang, Forkopimda Jateng, serta perwakilan Kodam dan Polda.
Ketua PWI Jateng yang baru, Setiawan Hendra Kelana, menegaskan bahwa Kode Etik Jurnalistik (KEJ) harus menjadi pijakan utama setiap anggota dalam menghasilkan karya jurnalistik. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI), tidak boleh menggeser prinsip dasar verifikasi dan akurasi berita.
“Dalam era digital, termasuk penggunaan AI, produk jurnalistik tetap harus melalui proses cek dan ricek. Etika tidak boleh ditinggalkan,” ujar Setiawan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan PWI Jateng yang baru. Ia menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki tradisi kuat menjaga soliditas organisasi profesi dan selalu terhindar dari konflik dualisme kepengurusan yang kerap terjadi di daerah lain.
Menurutnya, budaya komunikasi terbuka dan dialog konstruktif telah menjadikan PWI Jateng sebagai contoh bagi provinsi lain dalam menjaga stabilitas organisasi.
Gus Yasin juga menyoroti peran historis jurnalis Jawa Tengah sejak masa awal kemerdekaan yang menjadi motor penyebar informasi nasional dan pendukung perjuangan bangsa. Peran tersebut, katanya, harus terus diwarisi oleh pengurus baru.
Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan kunci pembangunan daerah, sehingga keberadaan wartawan menjadi unsur vital dalam menghadirkan pemberitaan yang berimbang, kritis, dan edukatif.
“Pers bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mendidik masyarakat agar memahami isu pembangunan secara jernih,” tuturnya.
Gus Yasin mengingatkan pentingnya Undang-Undang Pers sebagai landasan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugas secara benar dan bertanggung jawab. Melalui Kode Etik Jurnalistik, PWI Jateng dinilai memiliki peluang besar memperkuat ruang publik yang sehat serta mendorong pembangunan daerah.
Di bagian akhir sambutannya, ia berpesan agar pengurus baru segera melakukan konsolidasi, melanjutkan program positif kepengurusan lama, serta memperkuat literasi publik mengenai etika bermedia.
“Silakan mengkritik, tetapi sertakan edukasi. Bermedia itu ada etika dan berakar pada nilai konstitusi. Jaga harmoni organisasi dan teruskan program baik dari pendahulu,” tegasnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penguatan profesionalitas jurnalis Jawa Tengah di tengah tantangan digital dan dinamika informasi yang semakin cepat.
(Adi)






