CMNnews.com
Semarang – Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Barisan Pejuang Keadilan, Adi Setijawan, S.H., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan edukasi dan publikasi isu HIV kepada masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan Adi Setijawan dalam kegiatan konsolidasi bersama Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) yang bergerak di bidang penanggulangan dan pendampingan HIV, yang turut dihadiri oleh Maruli Sahaan (Tehnikel Official) sebagai mitra pendukung kegiatan sosial dan publikasi.
Menurut Adi Setijawan, isu HIV masih menghadapi tantangan besar, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga stigma sosial dan minimnya pemahaman hukum bagi para penyintas. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara lembaga bantuan hukum, komunitas peduli HIV, serta insan pers agar informasi yang disampaikan kepada publik bersifat edukatif, berimbang, dan berpihak pada kemanusiaan.
“Kerja sama antara LKBH, komunitas peduli HIV, dan jurnalis sangat penting untuk membangun kesadaran publik, menghapus stigma, serta memastikan hak-hak hukum terlindungi,” ujar Adi Setijawan.
Ia menambahkan, peran jurnalis sangat strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan humanis terkait HIV, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat, komunitas, dan pemangku kebijakan.
Sementara itu, perwakilan Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Diharapkan, melalui kolaborasi ini, publikasi mengenai HIV tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada pendekatan sosial, hukum, dan perlindungan hak asasi manusia.
Kegiatan konsolidasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan berkelanjutan guna memperkuat edukasi publik, advokasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan HIV secara komprehensif.
(Red)






