CMNnews-INDONESIA
SEMARANG-Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. H. AM. Jumai, SE., MM, meraih dua penghargaan nasional sekaligus dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah yang diselenggarakan pada 29–31 Januari 2026.
Dua penghargaan tersebut yakni LDK PWM Terbaik se-Indonesia dan Dai Komunitas Inspiratif, sebagai bentuk apresiasi atas kiprah, inovasi, serta dedikasi dalam mengembangkan dakwah komunitas yang inklusif dan berdampak luas bagi masyarakat.
Rakornas LDK PP Muhammadiyah dibuka secara resmi di Kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan suasana yang berlangsung spektakuler dan penuh antusiasme. Acara pembukaan dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Haidar Nashir, Gubernur Jawa Tengah, Wakapolda Jawa Tengah, Wakil Wali Kota Semarang, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, pimpinan LDK PP Muhammadiyah,Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, pimpinan LDK PWM se-Indonesia, pimpinan ormas, komunitas, tokoh masyarakat, serta unsur Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah beserta amal usaha Muhammadiyah.
Antusiasme peserta terlihat luar biasa. Ruang utama yang disiapkan dengan 450 kursi penuh sesak, sehingga panitia menambah 75 kursi tambahan, namun sebagian peserta tetap harus berdiri dan mengikuti acara dari luar ruangan.
Rakornas kali ini mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu”, sebagai ikhtiar memperkuat sinergi dakwah lintas komunitas dan wilayah. Sebagai Ketua LDK PWM Jawa Tengah sekaligus tuan rumah, AM. Jumai dinilai berhasil menghadirkan model dakwah komunitas yang mampu merangkul berbagai kalangan, baik elit maupun masyarakat akar rumput.
Di Kota Semarang, AM. Jumai dikenal aktif menggerakkan dakwah kultural melalui Safari Pentas Wayang dan Dakwah yang telah digelar lebih dari 20 kali, sebagai bagian dari misi dakwah komunitas yang membumi, humanis, dan transformatif.
Penghargaan ini menjadi peneguhan bahwa dakwah Muhammadiyah terus relevan dan adaptif dalam menjawab tantangan zaman.
(RED)












