Ketua Umum PP Muhammadiyah Apresiasi Dedikasi LDK Jawa Tengah Dalam Dakwah Kultural

Peristiwa748 Dilihat

CMNnews-INDONESIA

Semarang – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haidar Nashir, memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi serta istiqomah Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dalam menjaga “gawang” dakwah sekaligus menghadirkan pendekatan kultural melalui seni tradisional wayang kulit.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kiprah LDK Jawa Tengah yang dinilai mampu mengembangkan dakwah komunitas secara inklusif dan membumi, sehingga berdampak luas bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan capaian LDK PWM Jawa Tengah yang meraih penghargaan nasional sebagai LDK terbaik se-Indonesia serta Dai Komunitas Inspiratif dalam Rakornas LDK PP Muhammadiyah yang digelar di Semarang pada 29–31 Januari 2026.

Ketua LDK PWM Jawa Tengah, Dr. H. AM. Jumai, SE., MM, dikenal aktif mendorong inovasi dakwah yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Dakwah berbasis komunitas yang digagasnya tidak hanya menitikberatkan pada aspek keagamaan, tetapi juga persoalan sosial dan kemanusiaan yang lebih luas.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah mengkolaborasikan dakwah dengan pagelaran wayang kulit sebagai media kultural. Program ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai Islam sekaligus memperluas jangkauan Muhammadiyah kepada masyarakat umum melalui hiburan tradisional yang diminati.

Pendekatan budaya dalam dakwah juga dinilai efektif karena mampu menghadirkan pesan moral dan pelajaran hidup secara komunikatif. Perpaduan antara pelestarian budaya dan dakwah bahkan telah ditunjukkan dalam berbagai pagelaran wayang yang sarat makna filosofis dan nilai keislaman.

Dengan apresiasi dari pimpinan pusat, diharapkan LDK PWM Jawa Tengah terus memperkuat gerakan dakwah komunitas yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menjadi bukti bahwa dakwah dapat berjalan harmonis dengan budaya, menghadirkan Islam yang mencerahkan serta relevan bagi kehidupan masyarakat modern.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *