CMNnew-INDONESIA
SEMARANG – Paguyuban Putra Daerah Kota Semarang (PAPDA) melalui unit kreatifnya, PAPDA Production Semarang, telah sukses menggelar kegiatan casting untuk pembuatan fragmen pendek bertema Ramadhan pada Minggu, 15 Februari 2026 di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).

Sejak menjelang siang, kawasan TBRS sudah dipenuhi peserta yang datang dengan penuh semangat. Ada yang hadir bersama orang tua, ada pula yang datang berkelompok dengan teman-temannya. Suasana terasa hangat, santai, namun tetap serius ketika para peserta satu per satu menunjukkan kemampuan akting, ekspresi, hingga pendalaman karakter di hadapan tim seleksi.
Tak sedikit peserta yang mengaku baru pertama kali mengikuti casting, namun justru itulah yang menjadi daya tarik kegiatan ini.
PAPDA Production membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat umum, bukan hanya mereka yang berpengalaman di dunia seni peran, tetapi juga warga yang ingin mencoba, belajar, dan mengekspresikan diri.
Casting ini secara khusus memprioritaskan dan mewadahi pemeran lokal dari daerah, sebagai bentuk komitmen menghadirkan karya yang melibatkan langsung warga masyarakat Kota Semarang. Langkah ini diharapkan mampu mengangkat potensi putra-putri daerah agar tampil percaya diri serta menjadi tuan rumah di kotanya sendiri dalam bidang seni dan budaya.

Sejumlah karakter yang dibutuhkan dalam produksi fragmen tersebut meliputi:
– 3 perempuan usia 19–25 tahun
– 3 laki-laki usia 19–25 tahun
– 3 anak-anak usia 7–12 tahun
– 1 ibu paruh baya bertubuh gemuk
– 1 bapak paruh baya berkarakter lucu
– 2 hansip usia 30–40 tahun
– 1 bapak berwibawa usia 40–60 tahun
– 1 pemeran polisi usia 25–35 tahun
Proses casting berlangsung dinamis. Tawa pecah ketika peserta memerankan adegan-adegan ringan, sementara suasana berubah haru saat beberapa peserta mampu membawakan dialog penuh makna tentang keluarga, kepedulian, dan nilai spiritual Ramadhan.
Momen ini menunjukkan bahwa bakat seni tumbuh di tengah masyarakat dan hanya membutuhkan wadah untuk berkembang.
Direktur PAPDA Production Narendra Kusuma menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar mencari pemain, melainkan membangun gerakan budaya berbasis masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan karya Ramadhan yang lahir dari masyarakat sendiri. Casting ini menjadi ajang silaturahmi, pembinaan bakat, sekaligus membangun semangat berkesenian di Kota Semarang. Dari sini kita bisa melihat betapa besar potensi putra-putri daerah,” ujarnya.
Sementara itu Pengajar Casting dari Deby Agency Film, Debora susiani yang akrab dipanggil miss Deby mengatan
” Fragmen Ramadhan yang tengah dipersiapkan ini diharapkan menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan moral, nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta refleksi kehidupan sehari-hari yang dekat dengan masyarakat, terangnya
Kegiatan berlangsung lancar dan penuh keakraban, mencerminkan kolaborasi antara komunitas, seniman lokal, dan warga. PAPDA Production berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan, agar ruang-ruang seni di Kota Semarang terus hidup dan menjadi bagian dari denyut budaya masyarakat.
“dari daerah untuk daerah”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kreativitas lokal mampu melahirkan karya bermakna, sekaligus mempererat persaudaraan dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
(Arinda)






