CMNnews-INDONESIA
SEMARANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali merefleksikan arti kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Mengusung tema
“Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, peringatan kemerdekaan tahun 2025 diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya persatuan, kedaulatan, kesejahteraan, serta keberlanjutan pembangunan bangsa.
Hal tersebut disampaikan Adi Setijawan, SH, Direktur Eksekutif Pengamat Sosial, Hukum dan Politik Indonesia (PSHPI) sekaligus Direktur Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) Barisan Pejuang Keadilan.
Menurut Adi, kemerdekaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar terbebas dari penjajahan. Kemerdekaan harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang mendapatkan hak-haknya secara adil, memperoleh kesempatan yang sama, serta memiliki ruang untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Kemerdekaan adalah mensyukuri perjuangan para pahlawan untuk meraih kemerdekaan sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik untuk masyarakat. Sejarah kita rayakan, masa depan lebih baik kita persiapkan,” kata Adi.
Ia menegaskan, sejarah perjuangan bangsa mengajarkan bahwa kemerdekaan diraih dengan pengorbanan yang tidak sedikit. Para pahlawan mempertaruhkan jiwa dan raga demi membebaskan Indonesia dari belenggu penjajahan.
Karena itu, menurutnya, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau dahulu musuh bangsa adalah penjajahan dan medan perang, maka tantangan kita sekarang berbeda. Kita menghadapi ketidaksetaraan, diskriminasi, kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, persoalan kesehatan, hingga berbagai persoalan sosial yang harus diselesaikan bersama,” ujarnya.
Kemerdekaan dan Supremasi Hukum
Adi juga mengingatkan bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 tidak hanya menjadi tonggak lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka, tetapi juga menjadi dasar perjalanan bangsa dalam membangun sistem ketatanegaraan dan hukum.
Menurutnya, cita-cita kemerdekaan yang kemudian dituangkan dalam konstitusi harus menjadi arah dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Negara yang merdeka adalah negara yang menjunjung hukum, keadilan dan hak-hak masyarakat. Karena itu, hukum harus hadir untuk memberikan kepastian, perlindungan dan rasa keadilan bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Ia menilai, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kehidupan demokrasi dan supremasi hukum dengan menaati aturan yang berlaku serta ikut mengawasi jalannya pemerintahan.
Bukan Bebas Tanpa Batas
Lebih lanjut, Adi mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan yang sesungguhnya.
Menurutnya, kemerdekaan tidak berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas. Kebebasan harus disertai tanggung jawab dan kesadaran untuk menghormati hak orang lain serta kepentingan bangsa.
“Apa makna kemerdekaan yang sesungguhnya? Apakah hanya sebatas bebas melakukan apa saja? Kalau kita mengingat betapa kerasnya perjuangan para pahlawan untuk mendapatkan kehidupan yang merdeka, kita harus belajar tentang kegigihan, kedisiplinan dan semangat untuk terus memperbaiki kehidupan,” tuturnya.
Ia menambahkan, tantangan kehidupan masyarakat modern juga membutuhkan perjuangan. Ancaman terhadap kualitas kehidupan tidak selalu berbentuk peperangan, tetapi dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti persoalan kesehatan, kemalasan, rendahnya disiplin, gaya hidup konsumtif, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
Karena itu, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat untuk terus bekerja, belajar, berinovasi dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Membangun Indonesia yang Lebih Kuat
Adi berpandangan bahwa cita-cita bangsa juga harus terus berkembang sesuai dengan tantangan zaman. Jika dahulu cita-cita utama bangsa adalah membebaskan Indonesia dari penjajahan, maka saat ini perjuangan diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, sejahtera, maju dan mampu bersaing di tingkat global.
“Cita-cita harus jelas, terukur dan realistis. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia, tetapi itu membutuhkan kerja keras, persatuan, sumber daya manusia yang unggul dan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak melupakan jasa para pahlawan dan generasi bangsa yang selama ini telah memberikan kontribusi dalam membangun Indonesia.
“Para pahlawan telah memberikan contoh bahwa perjuangan membutuhkan keberanian dan keteguhan. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan itu melalui karya, pengabdian dan kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.
Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Adi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan optimisme.
“Jangan pernah lengah dan jangan pernah menyerah. Kalau para pahlawan mampu berjuang menghadapi penjajahan dengan segala keterbatasannya, maka generasi sekarang juga harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan semangat yang sama. Kemerdekaan harus kita isi dengan perjuangan menuju masa depan Indonesia yang lebih baik, adil dan sejahtera,” pungkasnya.
(Rakha)






