CMNnews-INDONESIA
citramedianusantara.com
SEMARANG- Direktur Pengamat Sosial, Hukum, dan Politik Indonesia (PSHPI), Adi Setijawan, SH., mendorong pemerintah untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat. Menurutnya, minimnya lapangan pekerjaan berdampak luas pada kesenjangan sosial, kriminalitas, kejahatan, dan masalah sosial lainnya.
“Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah pengangguran yang semakin kompleks,” ujar Adi Setijawan. “Dengan membuka peluang kerja yang luas, kita dapat mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.”
Adi Setijawan menekankan bahwa pengangguran bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga berdampak pada stabilitas sosial dan keamanan. Oleh karena itu, pemerintah perlu memprioritaskan penciptaan lapangan kerja yang layak dan produktif.
“Pemerintah harus bekerja sama dengan sektor swasta dan masyarakat sipil untuk menciptakan peluang kerja yang beragam dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam kesempatan ini, Adi Setijawan juga menyarankan pemerintah untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor yang berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, seperti UMKM, industri kreatif, teknologi informasi, dan pariwisata.
“Dengan demikian, kita dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan meningkatkan daya saing bangsa,” ujarnya.
Selain itu, Adi Setijawan juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendidikan yang berkualitas untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
“Pemerintah perlu meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar kerja global,” tambahnya.
Dengan langkah-langkah proaktif dan strategis, diharapkan pemerintah dapat mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
(Praditya)

