Pelajar SMA Teuku Umar Semarang Buat Karya Film Pendek Hentikan Aksi Bullying

Peristiwa103 Dilihat

CMNnews-INDONESIA
citramedianusantara.com

SEMARANG- Maraknya aksi bullying atau perundungan di lingkungan sekolah membuat para pelajar kelas XI/2 SMA Teuku Umar Kota Semarang tergerak membuat karya film pendek bertemakan “STOP BULLYING”. Kamis (7/12/2023).

Hal tersebut di buat sebagai perwujudan kurikulum merdeka dalam rangka mengamalkan P5 (Project Penguatan Profit Pelajar Pancasila).

Aksi bullying atau pun perundungan kembali marak di lingkungan sekolah, oleh karenanya pihak sekolah SMA Teuku Umar Kota Semarang yang berlokasi di
Jalan Karangrejo Tengah IX/99, Kota Semarang, Jawa Tengah memberikan kebebasan kreatifitas bagi para peserta didiknya.

Tentunya kesempatan tersebut di manfaatkan oleh para siswa untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam dunia seni yang salah satunya adalah dengan membuat karya film pendek.

Di ketahui dewasa ini pengguna media sosial yang serba bebas kerap membuat para generasi muda salah dalam memanfaatkannya, sehingga di buatlah film tersebut yang menggambarkan betapa merugikannya aksi bullying.

Menurut Anandini Zahira Azarine siswa Kelas XI/2 yang juga salah satu pemeran Film Pendek ini mengatakan,
“Hal ini sangat menarik, karena pada saat ini fenomena bullying itu sangat luar bisa masivnya di lakukan di tataran pelajar, makanya hal ini merupakan sebuah karya yang bagus bisa menjadikan informasi bahwa bully itu merupakan sesuatu yang terlarang yang mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi masa depan para siswa”. Jelasnya.

Lanjut Anandini,
“Bullying lagi booming di kalangan anak-anak SMA, SMP, anak SD pun mungkin adalah yang di bully sama teman-temannya jadi ngambil tema itu untuk project film pendek ini,

“Kami berharap bisa membuat orang-orang sadar soal cara berperilaku kita di media sosial itu bagaimana agar supaya tidak menyakiti hati orang lain, membuat orang lain depresi ataupun stress”. Harapnya.

Pesan dari kami, jangan saling bully baik secara online ataupun langsung tidak boleh, siapa tau orang yang di bully mentalnya tidak kuat, akan menjadi down, kasihan janganlah bully-bullyan, berhati-hati dalam berbicara dan berperilaku di media sosial, pungkasnya

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *